Pendapat tentang faktor penyebab kematian
terkait dengan kepadatan mempunyai efek fakultatif dan faktor yang tidak
terkait dengan kepadatan memiliki pengaruh katastrofi, dikemukakan oleh...........
Hint
Untuk menjawab soal nomor 21, silakan Anda mempelajari Buku Materi
Pokok (BMP) atau Modul 5 Kegiatan Belajar 2 pada halaman 5.29
A.Nicholson
B.Smith
C.Andrewartha
D.Birch
A. salah, karena Nicholson merupakan orang yang paling teguh dalam
mempertahankan konsep tentang faktor kematian terkait dengan kepadatan
populasi.
B. benar, karena
Smith merupakan orang pertama yang berpendapat faktor penyebab kematian terkait
dengan kepadatan mempunyai efek fakultatif, sedangkan faktor yang tidak terkait
dengan kepadatan memiliki pengaruh katastrofi.
C. salah, karena Andrewartha merupakan pembela konsep populasi makhluk
hidup di alam diatur oleh faktor-faktor abiotik.
D. salah, karena Birch merupakan pembela konsep populasi makhluk hidup
di alam diatur oleh faktor-faktor abiotik.
22
Faktor kunci adalah faktor yang.........
Hint
Untuk menjawab soal nomor 22, silakan Anda mempelajari Buku Materi
Pokok (BMP) atau Modul 5 Kegiatan Belajar 2 pada halaman 5.30-5.31
A.tidak terkait kepadatan populasi
B.terkait kepadatan populasi
C.termasuk abiotik dan biotik
D.menjadi sumber kematian terbesar
A. salah, karena faktor kunci terkait dengan kepadatan populasi.
B. salah, karena
terkait kepadatan populasi merupakan jawaban kurang tepat, soalnya kepadatan
merupakan tujuan dari adanya faktor kunci sehingga apakah berubah atau tidak
kepadatan populasi tersebut?
C. salah, karena faktor abiotik dapat dipastikan tidak terkait dengan
ukuran populasi.
D. benar, karenafaktor kunci
merupakan faktor yang menjadi sumber kematian terbesar.
23
Konsep metapopulasi yang yang memiliki sistem
sebagai sebuah populasi efektif yang tahan terhadap kepunahan adalah...................
Hint
Untuk menjawab soal nomor 23, silakan Anda mempelajari Buku Materi
Pokok (BMP) atau Modul 5 Kegiatan Belajar 2 pada halaman 5.35
A.souce-sink
B.patchy
C.nonequilibrium
D.Levins
A. salah, karena souce-sink merupakan konsep metapopulasi yang
persistensinya tergantung pada keberadaan satu atau beberapa populasi yang
tahan terhadap kepunahan.
B. benar, karena
patchy merupakan konsep metapopulasi dispersal antarpopulasi atau antarrumpang
sangat tinggi sehingga pengkoloni selalu menyelamatkan populasi dari kepunahan.
Sehingga sistem ini merupakan sebuah populasi efektif yang tahan terhadap
kepunahan.
C. salah, karena nonequilibrium merupakan konsep metapopulasi dimana
kepunahan lokal terjadi sebagai bagian penurunan regional umum/menyeluruh.
D. salah, karena Levins merupakan konsep metapopulasi dimana kepunahan
lokal terjadi sebagai bagian penurunan regional umum/menyeluruh namun terjadi
rekolonisasi.
24
Persaingan hanya terdapat untuk sumber daya
yang terbatas. Berikut yang termasuk sumber daya tidak terbarukan adalah...................
Hint
Untuk menjawab soal nomor 24, silakan Anda mempelajari Buku Materi
Pokok (BMP) atau Modul 6 Kegiatan Belajar 1 pada halaman 6.5
A.radiasi matahari
B.air
C.hewan
D.tumbuhan
A. benar, karena radiasi matahari jumlahnya tertentu di lingkungan
sehingga tidak dapat tergantikan.
B. salah, karena
air jumlahnya tidak terbatas dan dapat tergantikan melalui siklus penguapan.
C. salah, karena hewan jumlahnya tidak terbatas dan dapat tergantikan
melalui perkawinan.
D. salah, karena tumbuhan juga
termasuk dalam sumber daya yang dapat tergantikan melalui pertumbuhannya.
25
Tumpang tindih relung yang sempurna terjadi ketika...................
Hint
Untuk menjawab soal nomor 25, silakan Anda mempelajari Buku Materi
Pokok (BMP) atau Modul 6 Kegiatan Belajar 1 pada halaman 6.6-6.7
A.d
< w
B.d
> w
C.d =
0
D.d =
1
A. salah, karena d < w menunjukkan semakin besar tumpang tindih
relung sehingga semakin besar pula persaingan antarjenis.
B. salah, karena
d > w menunjukkan semakin sedikit/kecil tumpang tindih relung sehingga
semakin kecil pula persaingan antarjenis.
C. benar, karena d = 0 secara teoretis merupakan tumpang tindih relung
yang sempurna, jadi akibat persaingan relung nyata kedua jenis menjadi lebih
sempit atau ada pemisahan pemanfaatan sumber daya di antara jenis-jenis yang
bersaing.
D. salah, karena d = 1 berarti sejenis makhluk hidup dapat berada di
relung fundamennya dengan tanpa kehadiran jenis-jenis pesaing.
26
Aposematic sering kali tidak berasosiasi dengan keberadaan...................
Hint
Untuk menjawab soal nomor 26, silakan Anda mempelajari Buku Materi
Pokok (BMP) atau Modul 6 Kegiatan Belajar 2 pada halaman 6.26-6.27
A.latar belakang tempat
B.racun
C.bau
busuk
D.senjata dari mangsa
A. benar, karena ‘latar belakang tempat’ bukan merupakan asosiasi
aposematic tetapi merupakan crypsis bagi bunglon.
B. salah, karena
racun sering kali merupakan asosiasi aposematic.
C. salah, karena bau busuk juga sering merupakan asosiasi aposematic.
D. salah, karena senjata dari mangsa juga merupakan asosiasi
aposematic.
27
Pada model pemangsa-mangsa Lotka-Volterra, a'
dalam dN/dt = rN – a'CN adalah.............
Hint
Untuk menjawab soal nomor 27, silakan Anda mempelajari Buku Materi
Pokok (BMP) atau Modul 6 Kegiatan Belajar 2 pada halaman 6.30
A.jumlah pemangsa
B.jumlah mangsa
C.laju
serangan pemangsa
D.konsumsi mangsa oleh pemangsa
A. salah, karena jumlah pemangsa dilambangkan oleh huruf C.
B. salah, karena
jumlah mangsa dilambangkan oleh huruf N.
C. benar, karena laju serangan pemangsa dilambangkan oleh huruf a'.
D. salah, karena konsumsi mangsa oleh pemangsa dilambangkan oleh huruf
a'CN.
28
Laba-laba memakan sejumlah mangsa dengan
proporsi konstan hingga mencapai tingkat kekenyangan. Termasuk bentuk tipikal
respon fungsional manakah laba-laba tersebut..........
Hint
Untuk menjawab soal nomor 28, silakan Anda mempelajari Buku Materi
Pokok (BMP) atau Modul 6 Kegiatan Belajar 2 pada halaman 6.34-6.35
A.tipe
I
B.tipe
II
C.tipe
III
D.tipe
IV
A. benar, karena laba-laba memakan sejumlah mangsa
dengan proporsi konstan hingga mencapai tingkat kekenyangan termasuk dalam
respon fungsional tipe I.
B. salah, karena pada respon fungsional tipe II hanya ditemukan pada
pemangsa yang menyebabkan kematian maksimum pada kepadatan mangsa rendah,
misalnya pada kebanyakan avertebrata.
C. salah, karena pada respon fungsional tipe III umumnya
ditemukan pada pemangsa yang meningkatkan aktivitas pencarian dengan
meningkatnya kepadatan mangsa, misalnya pada kebanyakan vertebrata.
D. salah, karena respon fungsional tipe IV tidak ada,
menurut Holling (1959) hanya ada 3 tipe utama respon fungsional dari pemangsa.
29
Apabila larva parasitoid jantan memparasiti
larva betina dari jenisnya sendiri disebut...................
Hint
Untuk menjawab soal nomor 29, silakan Anda mempelajari Buku Materi
Pokok (BMP) atau Modul 6 Kegiatan Belajar 2 pada halaman 6.39
A.superparasitisme
B.kleptoparasitisme
C.multiparasitisme
D.adelphoparasitisme
A. salah, karena superparasitisme merupakan parasitisme
satu inang oleh banyak parasitoid dari jenis yang sama.
B. salah, karena kleptoparasitisme merupakan parasitisme terhadap inang
yang telah terparasit oleh lebih dari satu jenis parasitoid primer.
C. salah, karena multiparasitisme merupakan parasitisme
terhadap inang yang sama oleh lebih dari satu jenis parasitoid primer.
D. benar, karena adelphoparasitisme merupakan
parasitisme dimana larva parasitoid jantan memparasiti larva betina dari
jenisnya sendiri.
30
Contoh kelompok senyawa yang
mempunyai pertahanan kimia kuantitatif adalah...................
Hint
Untuk menjawab soal nomor 30, silakan Anda mempelajari Buku Materi
Pokok (BMP) atau Modul 6 Kegiatan Belajar 3 pada halaman 6.50
A.alkaloid
B.lignin
C.terpenoid
D. piretroid
A. salah, karena alkaloid merupakan kelompok senyawa
yang mempunyai pertahanan kimia kualitatif.
B. benar, karena lignin merupakan kelompok senyawa yang mempunyai
pertahanan kimia kuantitatif.
C. salah, karena terpenoid merupakan kelompok senyawa
yang mempunyai pertahanan kimia kualitatif.
D. salah, karena piretroid merupakan kelompok senyawa yang mempunyai
pertahanan kimia kualitatif.