Cerita Inspiratif Namira: Mahasiswa Biologi UT Surakarta Jajaki Pengalaman Global di UNISEL Malaysia
BIOLOGI FST UT – Namira Andrea Puspa, mahasiswa semester 3 Program Studi Biologi Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Terbuka (FST UT) dari Surakarta, baru saja menyelesaikan program student mobility di Universiti Selangor (UNISEL), Malaysia. Pengalaman tersebut menjadi langkah awal baginya untuk memperluas wawasan akademik sekaligus mengembangkan kemampuan beradaptasi di lingkungan internasional.
Ketertarikan Namira terhadap dunia biologi telah tumbuh sejak duduk di bangku sekolah menengah atas. Saat itu, ia pernah menjadi calon peserta Olimpiade Sains Nasional (OSN) bidang Biologi. Ketertarikan tersebut kemudian mengantarkannya untuk melanjutkan studi di Program Studi Biologi FST UT dan berani mengambil kesempatan mengikuti program student mobility di Malaysia.
Selama mengikuti perkuliahan di UNISEL, Namira mempelajari berbagai mata kuliah, di antaranya Cell and Tissue Culture serta Physiology and Anatomy. Menurutnya, pengalaman belajar di UNISEL memberikan perspektif baru karena ia dapat mempelajari topik-topik tersebut dalam konteks yang berbeda, didukung oleh pendekatan pembelajaran, fasilitas laboratorium, dan lingkungan akademik yang memperkaya pengalaman belajarnya. Kesempatan ini tidak hanya memperluas wawasannya, tetapi juga melengkapi pengetahuan yang telah diperoleh selama menempuh studi di Program Studi Biologi FST Universitas Terbuka.. Ia juga memperoleh kesempatan mengikuti perkuliahan bersama mahasiswa program foundation yang dipersiapkan untuk melanjutkan pendidikan kedokteran, sehingga dapat memperkaya pemahamannya terhadap materi dasar biologi.
Tidak hanya memperoleh pengalaman akademik, Namira juga aktif mengikuti berbagai kegiatan nonakademik, seperti bola voli, netball, basket, dan bulu tangkis. Melalui kegiatan tersebut, ia dapat berinteraksi dengan mahasiswa dari berbagai negara dan mengenal lebih dekat keberagaman budaya di Malaysia, mulai dari seni tari, kuliner, hingga penggunaan berbagai bahasa seperti Melayu dan Inggris di lingkungan kampus yang multikultural.
Di balik pengalaman yang berharga tersebut, Namira juga menghadapi berbagai tantangan. Ia harus menyesuaikan diri dengan perbedaan budaya dan kebiasaan berkomunikasi, termasuk memahami bahwa beberapa istilah yang umum digunakan di Indonesia memiliki makna berbeda di Malaysia. Selain itu, padatnya jadwal akademik dan kegiatan kemahasiswaan menuntut kemampuan manajemen waktu yang baik. Demi mempersiapkan ujian, ia bahkan kerap belajar hingga dini hari.
Bagi Namira, seluruh pengalaman tersebut menjadi pelajaran berharga yang membentuk kemampuan akademik, kemandirian, dan kepercayaan dirinya. Ia berharap semakin banyak mahasiswa Biologi FST UT yang berani memanfaatkan kesempatan untuk belajar di tingkat internasional.
Melalui kisahnya, Namira mengajak rekan-rekan mahasiswa untuk tidak ragu mengambil peluang yang tersedia, terus mengembangkan diri, dan memberikan usaha terbaik dalam setiap kesempatan tanpa terlalu khawatir terhadap hasil di awal. Pengalaman internasional, menurutnya, bukan hanya tentang belajar di luar negeri, tetapi juga tentang pengembangan diri dalam hal non akademik, membangun karakter, memperluas perspektif, dan mempersiapkan diri menjadi lulusan yang siap bersaing di tingkat global.
Perluas Wawasan ke Kancah Internasional
Universitas Terbuka terus mendukung mahasiswa untuk meraih pengalaman global demi menjadi sarjana biologi yang kompeten, mandiri, dan siap bersaing.
Laman Utama Prodi Biologi
