Visiting Lecturer “Exploring Sustainability Challenges in Rice–Shrimp Farming Systems”
FST Universitas Terbuka Hadirkan Pakar UNSW Membahas Sistem Pertanian Berkelanjutan

Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Terbuka (FST UT) melalui Program Studi Biologi dan Agribisnis menggelar kegiatan Visiting Lecturer bertajuk “Exploring Sustainability Challenges in Rice–Shrimp Farming Systems” pada 16 Oktober 2025. Acara ini menghadirkan narasumber dari University of New South Wales (UNSW), Australia, Prof. Jesmond Sammut, BA (Hons), MSc, PhD. Kegiatan berlangsung secara hybrid, diikuti oleh dosen, mahasiswa, dan peserta dari berbagai daerah.

Kegiatan dibuka oleh Dekan FST UT, Dr. Subekti Nurmawati, yang menyampaikan bahwa kegiatan seperti ini penting untuk memperluas wawasan internasional dan memberikan inspirasi bagi mahasiswa serta dosen dalam memahami praktik pertanian berkelanjutan di berbagai negara. Dalam paparannya, Prof. Jesmond menjelaskan tentang sistem pertanian terpadu padi–udang yang banyak diterapkan di kawasan Delta Mekong, Vietnam. Menurutnya, sistem ini telah menjadi tulang punggung ekonomi masyarakat pesisir, karena mampu menggabungkan kegiatan budidaya padi dan udang secara efisien. Namun, seiring dengan perubahan lingkungan dan tekanan iklim, sistem pertanian ini menghadapi berbagai tantangan. Dalam penjelasannya, Prof. Jesmond menyoroti pentingnya inovasi dan kolaborasi untuk mengembangkan solusi yang sederhana, hemat biaya, dan dapat diterapkan langsung oleh masyarakat lokal. Prof. Jesmond menekankan bahwa upaya menjaga keseimbangan antara produktivitas dan kelestarian lingkungan harus terus dikembangkan, tidak hanya melalui teknologi, tetapi juga melalui peningkatan kapasitas petani dan kesadaran masyarakat.

“Rice–shrimp farming systems in Vietnam’s Mekong Delta sustain local livelihoods yet face sustainability challenges from environmental, technical, and climate pressures. Collaborative research across Australia and Southeast Asia raises awareness and develops innovative, low-cost, community-based solutions to improve water quality, boost productivity, and strengthen farmers’ resilience to climate change,” ujar Prof. Jesmond. “We hope this case study opens our eyes to the vital role of coastal communities in shaping a sustainable future.”

Sesi ini berlangsung interaktif. Dosen dan mahasiswa UT aktif mengajukan pertanyaan seputar pengelolaan air, dampak perubahan iklim terhadap produktivitas tambak, serta potensi penerapan sistem pertanian serupa di Indonesia. Prof. Jesmond menjawab setiap pertanyaan dengan penjelasan yang menarik dan mudah dipahami, sehingga suasana diskusi terasa hidup dan penuh antusiasme.

Melalui kegiatan Visiting Lecturer ini, FST UT terus menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan pembelajaran yang relevan dengan isu global dan berorientasi pada keberlanjutan lingkungan. Kegiatan semacam ini diharapkan dapat memperluas wawasan sivitas akademika serta memperkuat peran Universitas Terbuka sebagai lembaga pendidikan tinggi terbuka yang adaptif terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan tantangan zaman.

Rekaman video visiting lecturer ini dapat diputar pada kanal youtube biologi Universitas Terbuka @biology_UT melalui link: https://www.youtube.com/watch?v=sPLpj_2H9fw